Menu Tutup

Seribu siswa SD Menulis Surat Kepada Presiden Jokowi

Sumbawa, Senin 2 Oktober 2017 — Produsen alat tulis asli Indonesia, PT Standardpen Industries melanjutkan aksi gerakan #ayomenulis di Indonesia Timur. Setelah Flores, gerakan #ayomenulis dan program Satu Juta Bolpoin untuk Anak Indonesia di Nusa Tenggara Barat (NTB), Standardpen menyambangi siswa-siswi SD Sumbawa, Dompu Tambora dan Kota BIMA.

Kegiatan kampanye #ayomenulis bekerjasama dengan <em>TBM Mandiri Empang </em>yang melibatkan ribuan anak dari belasan Sekolah Dasar ini mengusung tema ‘Menulis Surat untuk Presiden RI’. Di Kabupaten Sumbawa, Kecamatan Empang sedikitnya seribu anak dilatih menulis surat untuk berani bertutur dan mengutarakan gagasan pada sebuah tulisan serta melatih kesabaran. Demikian juga di Tambora, Dompu dan Bima, anak-anak secara bersama-sama menulis surat untuk Presiden RI.

“Kami berharap anak-anak Indonesia, khususnya di Pulau Sumbawa, mulai mengenal kembali menulis dengan tangan, dan menceritakan lingkungan atau tradisi budaya, adat istiadat, atau kearifan lokal lainnya, atau bahkan pengalaman liburan mereka,” kata Shara Christanti, Public Relations PT Standardpen Industries.

Hasil riset Harvard University, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa ada lima manfaat menulis bagi anak-anak. Mengurangi stres, belajar mengeluarkan pendapat secara bijak, belajar merangkai kata, melatih kesabaran, serta menambah ilmu dan wawasan.

Hari ini, Senin (2/10) ada 20 SD se Kecamatan Empang Sumbawa seribu anak menulis surat. Isinya beragam, ada yang menulis cerita tentang harapan atau cita-citanya, tentang sekolah, tentang keluarganya ada juga yang menyampaikan keinginannya.

Adiansyah Kelas 4 SDN 1 Boal menuliskan harapannya memiliki sepeda baru untuk pergi sekolah. ”Saya ingin sepeda baru, karena sepeda lama saya sudah rusak dan tidak bisa diperbaharui. Kalau saya sudah punya sepeda, saya akan gunakan untuk pergi ke sekolah, untuk mengaji, pergi ke sawah dan juga menggunakan sepeda saya untuk mengambil air minum. Dan saya akan menabung sekuat mungkin untuk membeli sepeda.” tulis Adian dalam suratnya.

Lain dengan surat Aulia Kelas 6 SDN 1 Empang yang mengutarakan harapnnya agar Kecamatan Empang menjadi kota yang besar.”Saya ingin Empang ada sesuatu yang meramaikan seperti membuatkan Universitas di Empang. Dan saya ingin menjadi dokter supaya saya bisa membantu orang tua dan juga orang miskin yang ingin berobat.”

Sementara Aprila Maharani Kelas 5 SDN1 Empang menuliskan permohonannya agar Sumbawa memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Sampah. “Supaya lingkungan alam kita tetap terjaga dan tidak terjadi bencana alam seperti banjir atau longsor.”

“Pesan damai serta berbagai cerita tentang kearifan lokal dari perspektif anak-anak ini bisa kita jadikan pembelajaran atau contoh bagi anak-anak di kota lainnya, ” kata Nury Sybli, Pegiat Literasi yang mengawal gerakan #ayomenulis di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ini adalah toko yang menjual produk home industri masyarakat binaan PKBM Mandiri Dismiss